Bangkok di minggu keempat November menarik perhatian dunia international karena keadaan politik dalam negeri yang kacau dan serta merta membuat kepanikan dunia wisata Thailand. Lebih dari 100.000 turis tertahan di Bangkok. Istilah keren dan paling sering terdengar adalah “stranded passenger”. Kalau tidak ada peristiwa Mumbai, pasti Bangkok akan mendominasi berita TV dan koran seluruh dunia.

Sebagai salah satu “turis” yang tertahan di Bangkok, saya punya kesempatan untuk lebih melihat-lihat kota Bangkok dan “curious” dengan daya tarik Bangkok yang mampu menarik banyak bule dan turis Asia lain untuk datang kesini. Mumpung biaya hotel dan makan ditanggung pemerintah Thailand ( tidak terbayang berapa yang harus dikeluarkan pemerintah Thailand untuk menanggung akomodasi semua turis ), kesempatan dipakai buat jalan-jalan sepanjang pratunam, shumkumvit, central world, siam paragon, platinum ( ini sorga belanja fashion yang gak ada matinya ) dan nyobain aneka makanan Thailand yang pedes dan cocok sekali dengan lidah kita.

Kalau mau dilihat kotanya, jauh banget sama Jakarta yang sekarang ( wuih .. ) gaul abis ! Mal disini kalah keren dibanding Pacific Place, F(X), E(X), Grand Indonesia, dan seabreg mal yang menjamur di Jakarta & Surabaya. Soal belanja Mangga Dua & Pasar Atum juga gak kalah seru, biarpun pedagangnya kulakan barang di Bangkok. ( Kita sempat ketemu pedagang Mangga Dua yang habis kulakan disini, dan bingung bawa kopernya waktu check-in di Utapao – bandara sementara 140km diluar Bangkok – karena tidak ada porter )

Apalagi taxinya .. gue bangga banget sama Blue Bird & Taxi di Indonesia .. mobilnya, sopirnya, lebih ramah dan nyaman di Jakarta & Surabaya. Sopir taxi kita juga lebih ngerti Bahasa Inggris dari mereka. Macetnya samalah dengan Jakarta, meskipun Jakarta agak lebih parah dari sini, tapi judulnya tetap saja MACET. Bersihnya .. gua berani taruhan, Jakarta & Surabaya jauh lebih bersih & hijau .. Disini cuma menang suhu saja yang agak lebih sedikit turun derajat celciusnya.

Jangan tanya soal warisan sejarah .. Indonesia lebih unggul jauh .. hanya saja mereka lebih hormat sama leluhurnya ( saya jadi ingat : Bangsa yang besar tahu menghargai pahlawannya ) Bayangkan : nonton bioskop saja, mesti ada acara berdiri hormat pada raja. Padahal saat itu saya sudah dalam “posisi enak” lengkap dengan popcorn dan pepsi cola di tangan.

Garis besarnya .. sebenarnya Jakarta & Surabaya (bisa dibaca : Indonesia) punya banyak kelebihan dibanding Bangkok. Dengan suhu politik dan keamanan yang cukup tinggi (banyak tentara di pojok jalanan & berita bom di koran), jalan-jalan di Bangkok tetap ramai turis. Hal ini yang bikin curious !

Setelah melakukan perenungan di jalanan Bangkok, saya mengambil sebuah kesimpulan simple. Ternyata benar apa yang sering saya dengar lewat khotbah di gereja. Dosa itu punya daya tarik luar biasa. Di depan central world, ada 4 outdoor pub dengan ribuan orang yang semua mejanya menenggak bir. Rata-rata mereka hampir mabuk atau sudah mabuk. Tetapi pas disebelahnya – di pelataran yang sama – ada ganesha dan trimurti yang disembah-sembah sebelum mereka ke pub. Di daerah Shumkumvit yang penuh dengan bar,pub, massages ( sebut saja semua jenis bar – gay, lesbian, hetero, dll ) tetap ada “sesembahan” . 

Hampir setiap hari semua tempat itu ramai. Seakan tidak peduli dengan keadaan politik dan keamanan Kota Bangkok yang semakin memanas, semua turis dan orang lokal “terlena” dengan atmosfer dan magnet kota dosa yang kuat. This is South East Asia Sin City, man !

Saat saya menulis hal ini, baru saja Duta Besar Bangkok mengumpulkan semua WNI yang akan terbang ke Jakarta lewat Utapao ( Pemerintah kirim pesawat Garuda untuk mengangkut semua penumpang Garuda dan WNI yang ada di Bangkok ). Beliau berkata, bahwa keadaan Bangkok dan Thailand akan semakin memburuk.

So, kita lihat saja nanti apa chaos politik dalam negeri Thailand mampu “menyadarkan” Bangkok untuk lebih melihat keadaan diri mereka. Atau memang dosa sudah begitu memikat sehingga politics chaos dianggap bukan satu peringatan buat Bangkok.

I hope .. Indonesia dengan segala kelebihannya mampu lebih menarik turis mancanegara untuk datang, tanpa embel-embel wisata dosa yang menjadi fokus perhatiannya. Keep Indonesia warm & clean (outside & inside). God bless Indonesia ! Let’s pray for Indonesia always ! Let’s say .. I LOVE INDONESIA !!

Hello world!

December 2, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.